PERKEMBANGAN MUSIK BARAT (Musik Zaman Abad Peralihan – Musik Zaman Kontemporer)

 PERKEMBANGAN MUSIK BARAT

(Musik Zaman Abad Peralihan – Musik Zaman Kontemporer)

1.      Zaman Peralihan (sekitar 1880 - 1920)

Musik jaman peralihan modern diawali dari gejala munculnya aliran musik impresionis, ekspresionisme, dan eksperimental. Gaya ini berciri tidak teratur. Gaya musik ini menekankan pada timbulnya kesan yang kuat bagi pendengar.

Claude Achille Debussy 1862-1918 adalah pelopor aliran musik impresionisme, sistem tonal yang tidak hanya dari nada-nada diatonis saja, tetapi juga memasukkan nada-nada pentaonis, dan memilih bentuk-bentuk ansambel kecil untuk memasuk nada-nada pentatonis yang tidak lazim.

dalam eksperimen musiknya, musik zaman ini mulai memberikan suasana yang tersendiri, menarik, eksotis, aneh.




Claude Debussy (1862-1918) adalah seorang komponis Perancis. Dia kadang-kadang dipandang sebagai komposer Impresionis pertama, meskipun ia dengan penuh semangat menolak istilah tersebut. Ia adalah salah satu komposer paling berpengaruh pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20.

Lahir dari keluarga sederhana dan sedikit keterlibatan budaya, Debussy menunjukkan bakat musik yang cukup untuk diterima pada usia sepuluh tahun ke perguruan tinggi musik terkemuka Perancis, Conservatoire de Paris. Dia awalnya mempelajari piano, tetapi menemukan panggilannya dalam komposisi inovatif, meskipun ketidaksetujuan profesor konservatif Conservatoire. Dia membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mengembangkan gaya dewasanya, dan hampir 40 tahun ketika ia mencapai ketenaran internasional pada tahun 1902 dengan satu-satunya opera yang ia selesaikan, Pelléas et Mélisande.

2.  Zaman Modern (sekitar 1900 - 1950)

Musik modern adalah musik yang sudah mendapat sentuhan-sentuhan teknologi baik dari segi instrumen maupun penyajian, musik modern selalu berkembang dan ada pembaharuan seiring berkembangnya zaman, musik modern bersifat universal serta menyeluruh sehingga semua orang bisa saja mengerti, memahami, dan menikmati musik modern tersebut.

Lalu bagaimana prosesnya sehinggakita bisa mengenal musik modern yang berkembang sekarang ini?

Sedikit ke belakang tentang perkembangan musik yang terjadi sekitar tahun 1940an sampai tahun 1960an, selain aliran musik ekperimental, dan lain sebagainya, kehadiran teknologi saat itu juga memberi pengaruh yang kuat dalam perkembangan musik baru. Seperti yang dituliskan oleh Tim Rutherford-Johnson dalam bukunya “Music After The Fall, Modern Composition and Culture Since 1989”, bahwa perkembangan teknologi, sosial, dan politik dapat memberikan inspriasi kepada kesenian dengan dua cara, perkembangan tersebut dapat memfasilitasi atau menginspirasi mereka.[3]

Pengaruh teknologi terhadap perkembangan musik ini dapat kita lacak pada kemunculan musique concrete di Prancis, dimana kehadiran teknologi magnetic tape recorder memfasilitasi ide mereka untuk memanipulasi bunyi-bunyi konkrit yang mereka rekam dan memanipulasinya dengan cara memotong dan menyambung kembali pita rekaman, mempercepatnya, dan juga membaliknya. Karya yang terkenal dari aliran ini adalah karya dari Pierre Schaeffer “Etude aux Chemins de Fer” dimana ia menggunakan materi bunyi konkrit dari bunyi kereta api dan dimodifikasi sedemikian rupa.

Musik pada zaman modern tidak mengakui adanya hukum-hukum dan peraturan-peraturan karena kemajuan IPTEK yang semakin pesat, dan berkembangnya globalisasi dunia yang juga berimbas di perkembangan musik dunia. Salah satu tujuan modernisme adalah emansipasi dan pembebasan dari keterbelengguan, keterikatan dasar, dan pembatasan.

Komponis zaman modern antara lain :-

a. Claude Archille Debussy dari Perancis.

b. Bella Bartok dari Hongaria

c. Maurice Ravel dari Perancis.

d. Igor fedorovinsky dari Rusia.

e. Edward Benyamin Britten dari Inggris.


Béla Viktor János Bartók
(1881-1945) adalah seorang komposer dari Hongaria, pianis, dan etnomusikolog. Ia dianggap sebagai salah satu komposer paling penting pada abad ke-20; ia dan Franz Liszt dianggap sebagai komposer terbesar Hongaria(Gillies 2001). Melalui koleksi dan studi analitis musik rakyat, ia adalah salah satu pendiri musikologi komparatif, yang kemudian menjadi etnomusikologi.

3.  Zaman Kontemporer (sekitar 1950 - 1995)

Perkembangan musik kontemporer saat ini adalah hasil dari evolusi berpuluh-puluh tahun dari musik masa kini (baca: kontemporer) sejak awal abad ke 20 dimulai. Awal perkembangan “ekstrim” gramatika musik ini, seringkali diidentikkan dengan kemunculan aliran Wina Kedua

Tentang music kontemporer, Dieter Mack justru membeberkan fakta- fakta lain dimana karya dari Maurice Ravel “Frontispice” untuk 2 piano dan 5 tangan yang diciptakan pada tahun 1918, misalnya, sudah memperlihatkan perkembangan “radikal” bahasa musik seperti penggunaan poliritme yang kompleks dan permainan warna yang tidak biasa. Selain itu tanda-tanda ini sudah terjadi pada aliran Futurisme sekitar tahun 1913 yang digawangi oleh Luigi Russolo dan kawan-kawan, dimana emansipasi noise sudah ada pada aliran ini. Mereka sangat “memuliakan” mesin dan bahkan membuat alat yang dapat memproduksi noise. Dari contoh-contoh tersebut, Dieter Mack seakan ingin menegaskan bahwa sebelum aliran Wina Kedua hadir,

 

C.  Rangkuman

Musik modern adalah musik yang muncul setelah akhir masa musik klasik sampai masa sekarang ini. Beberapa kriteria musik modern antara lain menggunakan tangga nada diatonis dan menggunakan alat musik akustik dan elektronik

Perkembangan teknologi juga turut mempengaruhi dunia musik, pembentukan suara-suara buatan yang dilakukan oleh alat elektronik maupun komputer dengan program musiknya “teknologi komputerisasi” juga menjadi bagian dari musik modern.

Sejauh ini memang musik modern memang sulit dibatasi oleh defenisi tertentu. Musik modern dapat dikatakan sebagai suatu bentuk musik yang terus megikuti perkembangan zaman. Musik ini akan selalu disesuaikan dengan selera penggemarnya. Dengan demikian musik modern yang telah ada selalu mampu bertahan hingga saat ini.

Khusus untuk karya modern Bela Bartok (1881 - 1945) adalah komponis Hongaria yang pada tahun 1940 terpaksa emigrasi ke USA karena Fasisme rezim Nazi di Eropa. Bartok terkenal untuk memuat lagu-lagu rakyat ke dalam musiknya. Kuartet gesek No. 6 adalah karya akhir Bartok sebelum emigrasi dan mencerminkan rasa sakit hati karena harus meninggalkan tanah airnya. Karya ini memulai dengan lagu sedikit tragis yang dimainkan oleh biola alto. Kemudian bagian satu ini mencerminkan emosi Bartok yang sudah sedikit ditarik kesini kesitu. Enam kwartet gesek Bartok sangat terkenal pada awal zaman modern dengan nuansa neo-modal.

Alexander Mossolov (1900-1973) adalah komponis Rusia yang termasuk Musik Modern, aliran Futurisme. Lain daripada Futurisme di Italia, Futurisme di Rusia dianggap sebagai visi ke masa depan dengan manusia yang baru. Waktu itu banyak seniman terkesan dari bunyi-bunyian mesin (lihat Arthur Honegger: Pacific 231). Karya ini adalah imitasi bunyi-bunyian perusahan yang membuat besi, yaitu "pengecoran besi". Dan inilah juga nama karya. Yang khas juga adalah teknik ostinato sebagai unsur repetitif sebuah mesin.

Comments

Popular Posts